Tampilkan postingan dengan label Tekhnologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tekhnologi. Tampilkan semua postingan

Obyek 3D di Ponsel Berbahaya?

on Minggu, 31 Juli 2011
Gadget terbaru memang selalu menjanjikan kenikmatan dalam memberikan hiburan. Namun, para peneliti mengingatkan, terlalu banyak menggunakan smartphone dengan melihat obyek 3D bisa merusak mata dan menyebabkan sakit kepala. Ini sama seperti jika Anda terlalu lama bermain game 3D di PC.
Masalah ini disebabkan mata dituntut fokus ke layar kecil (rata-rata smartphone 3.5 inch atau 9,7 inch untuk tablet PC), Kemudian, secara simultan mata juga menyesuaikan dengan jarak obyek yang ada di layar.

Fenomena ini dikenal dengan sebutan 'vergeance-accomodation' atau cara mata menyesuaikan pergerakan simultan untuk mendekat atau menjauh terhadap suatu obyek selagi fokus. Sebagian besar orang memang tidak merasa nyaman ketika obyek dari smartphone itu seakan muncul di depan layar.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, optometrist (ahli optik) Professor Martin Banks dari Universitas California mengatakan. "Ketidaknyamanan yang terjadi saat melihat obyek stereo 3D merupakan masalah besar yang bisa membatasi penggunaan teknologi. Kami berharap penelitian ini bisa menginspirasi penelitian lebih lanjut di bidang ini."

Selain itu, terlalu banyak melihat obyek 3D stereo juga bisa menyebabkan kelelahan, selain ketidaknyamanan dan sakit kepala. Ini dirasakan oleh 24 orang dewasa yang menjadi obyek penelitan.

"Karena di saat bersamaan mata harus menyesuaikan dengan jarak obyek, yang seakan muncul di depan atau belakang layar," jelas Banks.



Hasil penelitian menunjukkan, melihat obyek 3D di smartphone dan desktop dari jarak dekat, menimbulkan rasa tidak nyaman. Saat melihat obyek 3D jarak jauh seperti di bioskop, yang menempatkan obyek di belakang layar seakan kita melihat dari panel jendela, juga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Para peneliti pun kemudian berharap ada studi lanjutan di masa depan, dengan sampel yang lebih luas, terutama anak-anak.

Sejumlah bisnis kini memang semakin mengembangkan penggunaan 3D. Ini termasuk dalam iklan produk yang ditayangkan untuk media smartphone dan tablet PC, TV, bioskop, dan sejumlah billboard digital juga mulai menggunakan obyek tiga dimensi.

Dengan maraknya penggunaan 3D stereo di hiburan, komunikasi, dan teknologi medis, para peneliti mengusulkan dibuat pedoman untuk atasi berbagai kesenjangan tampilan yang disajikan pada berbagai layar. Ini menyesuaikan ukuran layar dan posisi dari pengguna smartphone atau tablet PC.

"Ini adalah area penelitian, di mana teori sains bertemu terapannya. Kami harap penelitian ini dapat diproses cepat untuk mengimbangi semakin meluasnya penggunaan teknologi," ucap Banks.

Source : http://teknologi.vivanews.com/news/read/235597-peneliti-ingatkan-bahaya-obyek-3d-di-ponsel

Tips Penggunaan PC Tablet di Dalam Perusahaan

Pasar teknologi informasi saat ini disemarakkan berbagai macam tipe produk tablet komputer. Pengguna yang bekerja di perusahaan juga berhadapan dengan banyak sekali pilihan perangkat yang bisa mereka gunakan untuk mendukung mobilitas, meski tujuan awalnya adalah untuk membaca buku digital dan menjadi perangkat internet mobile, komputer tablet dapat menjadi perangkat yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung bisnis secara signifikan.

Banyaknya perangkat tablet PC juga menghadirkan dampak tersendiri bagi para IT manajer di perusahaan yang karyawannya banyak menggunakan alat itu. Berikut beberapa poin yang perlu dipertimbangkan oleh para manager TI bila ingin mengimplementasikan penggunaan komputer tablet di dalam perusahaan:



Keamanan
Ketika mengimplementasikan penggunaan komputer tablet secara menyeluruh dalam perusahaan, para manajer TI harus mempertimbangkan bagaimana perangkat tersebut dapat menyediakan keamanan kelas bisnis – termasuk enkripsi, otentifikasi perangkat, keamanan saat terkoneksi di jaringan kabel mau pun jaringan nirkabel, dan konektifitas VPN.

Mendukung Kolaborasi
Para pengguna tablet untuk perusahaan harus dapat dengan mudah menggunakan aplikasi kolaborasi, seperti komunikasi suara kelas bisnis, konferensi dalam berbagai bentuk, Instant Messaging (IM), presence, email, dan kolaborasi tim secara virtual dari satu perangkat mobile.

Administrasi & Manajemen Enterprise
Para administrator TI dapat menyederhanakan administrasi dan pengelolaan penggunaan komputer tablet di perusahaan dengan mempertahankan pemakaian sistem komunikasi yang dipakai internal, memastikan interoperabilitas dengan perangkat lain, serta provisioning untuk mendukung skalabilitas. Berdasarkan kebijakan keamanan dan provisioning yang ada, para manager TI juga memiliki otoritas untuk mengijinkan atau tidak memperbolehkan pengguna untuk mengunduh aplikasi-aplikasi dari berbagai marketplace.

Interoperabilitas Komunikasi Video
Untuk mendukung komunikasi bisnis, karyawan memerlukan komputer tablet yang tidak hanya mendukung video mobile yang dipakai dalam internal perusahaan, tetapi seharusnya juga mendukung interoperabilitas dengan solusi video multi-vendor dan standard video seperti H.264.

Kemampuan Komputasi yang Kuat
Untuk penggunaan bisnis, komputer tablet harus memiliki kekuatan pemrosesan yang memungkinkan pemakaian dan berbagi pakai data, sekaligus juga untuk membuat dan mengedit konten. Dengan kekuatan seperti itu, pengguna dapat merasakan pengalaman penggunaan dekstop yang sepenuhnya melalui komputer tablet.

Tersedia di Awan
Virtualisasi dekstop memungkinkan Anda untuk meng-host aplikasi software secara fleksibel dan aman di data center dan menggunakan jaringan untuk menghantarkan aplikasi-aplikasi tersebut sebagai layanan, kapan pun dan di mana pun. Lingkungan yang tervirtualisasi ini harus dapat diteruskan secara mulus ke perangkat-perangkat mobile, termasuk komputer tablet.

Opensource
Komputer tablet untuk perusaaan yang menggunakan platform terbuka, seperti OS Android, dapat memanfaatkan komunitas pengembang Android yang sedang tumbuh untuk menyediakan aplikasi produktifitas kelas bisnis dan bahkan memungkinkan pengguna untuk mengembangkan sendiri aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

9 Alasan Beralih dari Facebook ke Google+

Berikut adalah kutipan dari ahli Sang ahli Jaringan dan Security, Oscar Pangaribuan dengan 9 alasan meninggalkan Facebook beralih ke Google+ :



1. Integrasi dengan layanan Google
Porsi terbesar yang dimiliki Google untuk menarik orang menggunakan Google+ ialah integrasi. Artinya Google akan membangun fitur dan peralatan Google+ ke hampir semua layanan online-nya mulai dari pencarian dokumen hingga Video. Google+ sudah diintegrasikan ke hampir keseluruhan produk Google.
Ini memperkenankan Anda memonitor semua peristiwa Google+ (pesan, update, dan lain-lain) sewaktu membagi konten dengan teman tanpa meninggalkan layanan Google yang sedang Anda gunakan. Jutaan orang menggunakan layanan gratis Google (Gmail, Dokumen, Pencarian, dll.), dan dengan keterikatan layanan tersebut dengan Google+ mungkin akan mudah bagi seseorang meninggalkan Facebook.


2. Manajemen pertemanan yang lebih baik
Google benar bahwa konsep "lingkaran" atau Circle lebih sesuai dengan cara kita berteman di kehidupan nyata. Kita memiliki banyak jenis teman, dan kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka dalam berbagai cara yang berbeda. Fitur Grup Facebook memperkenankan anda membentuk grup khusus teman, tapi dibandingkan dengan yang dilakukan di Google+, itu nampaknya tidak praktis. Lagi pula, Fitur Grup Facebook masih baru (tambahan), sedangkan Circle merupakan landasan dari platform Google+.

3. Aplikasi mobile yang lebih baik
Jika Anda adalah pengguna Android, anda bisa tahu bahwa memperoleh konten dari telepon Anda ke platform sosial lebih gampang, lebih bersih, lebih banyak fungsi dengan aplikasi mobile Google+. Aplikasi tersebut memang sudah mantap, tapi Google akan tetap mencari dan mencari cara untuk membuat Android anda menjadi anggota tubuh dari platform sosial Google+ anda. Google berharap untuk menggunakan basis pengguna Android-nya yang besar sebagai suatu bagian melawan Facebook, yang aplikasi mobile-nya walau kelihatan cantik tapi sedikit kikuk untuk digunakan.

4. Lebih gampang menemukan hal untuk dibagi
Fitur Spark Google+ merupakan satu lagi hal penting yang membedakannya dari Facebook. Spark ialah di mana Google mengungkit mesin pencarinya untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan Facebook yaitu memberikan pengguna aliran informasi instan yang relevan untuk dibagi bersama teman. Lantaran Facebook tidak memiliki mesin pencari, penggunanya harus meninggalkan situs itu untuk mencari data yang dapat dibagi atau menunggu teman mereka membaginya dengan mereka. Pertanyaan "bagaimana saya mencari sesuatu untuk dibagi" secara langsung dijawab dengan Spark.

5. Anda dapat mengambil kembali data Anda
Facebook dikenal kurang handal menangani data pribadi. Misalnya Anda dipaksa untuk membuat bagian tertentu data pribadi anda tampil ke publik, dan sangat sulit untuk secara permanen menghapus profil Facebook Anda. Di lain pihak, Google membuatnya mungkin bagi Anda untuk mengambil semua data yang Anda tempatkan di Google+ lalu pergi. Hal ini dilakukan melalui perangkat Google+ yang disebut "Data Liberation". Dengan hanya beberapa klik anda dapat mengunduh data dari Picasa Web Albums anda, Profil Google, Google+ stream, Buzz dan kontak.

6. Melabel foto lebih baik
Ketika melihat foto di Google+ anda dapat melabel nama orang-orang di dalamnya mirip dengan di Facebook. Anda membuat persegi empat kecil di sekitar wajah mereka, kemudian mengetikkan nama mereka pada kotak di bawahnya atau memilih salah satu nama yang diterka Google+. Namun ada perbedaan besar di mana Google menangani aspek privasi dalam melabel foto. Ketika Anda melabel seseorang, akan ada catatan seperti ini "Menambahkan label ini akan memberitahukan orang yang anda labelkan. Mereka dapat foto dan album terkait". Di lain pihak, Facebook tidak melakukan usaha untuk memperingatkan orang bahwa mereka telah dilabel (mungkin saja dalam foto yang tidak baik) dan memberikan mereka kesempatan langsung untuk mengeluarkan (remove) label itu.

Google juga telah memutuskan untuk sedikit malu menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah, yang sekarang digunakan Facebook untuk secara otomatis mengidentifikasi orang dalam foto yang diunggah ke album pengguna.

7. Fitur obrolan grup yang mantap
Google+ memiliki fitur yang mengalahkan Facebook dalam urusan obrolan. Gampang untuk membuat grup khusus obrolan vidio dengan menggunakan fitur Hangouts pada Google+, dan membuat grup khusus untuk mengobrol nampaknya merupakan sesuatu yang alami dan menyenangkan untuk dilakukan dalam jejaring sosial. Hal yang mirip juga dilakukan oleh aplikasi mobile Huddle yang membuat pengguna Android memulai obrolan teks grup. Facebook tidak menawarkan perangkat ini.

8. Membagi konten lebih aman
Anjuran privasi sudah lama meminta situs jejaring sosial untuk memperkenankan pengguna menentukan tingkat privasi setiap konten yang dibagi, daripada menggunakan daftar penyetelan awal yang menentukan semua konten yang dibagi. Google nampaknya mendengar permintaan itu, dan membangun kapabilitas tersebut ke dalam Google+. Sebagai contoh, jika saya membagikan artikel atau mengunggah gambar dari kamera, Google+ memberikan saya pilihan lingkaran teman mana yang ingin saya bagikan konten tersebut. itu merupakan keuntungan Google+.

9. Google lebih baik mengurusi data pribadi Anda
Menjalankan sebuah jejaring sosial, semuanya tentang tanggung jawab untuk mengurusi informasi pribadi pengguna. Facebook merupakan perusahaan muda yang bergerak cepat yang telah terbukti angkuh dalam pergerakannya, kurang begitu peduli kepada privasi data pengguna, dan mudah diakses orang lain. Di lain pihak, Google merupakan perusahaan yang jauh lebih matang yang terlihat jauh lebih terpercaya ketimbang Facebook. Sebagian besarnya, Google telah beroperasi berdasarkan slogannya "Jangan Menjadi Jahat".